Senin, 08 Juni 2015

Perubahan Kehidupan #1

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, pagi berganti malam, waktu terus berputar dan aku masih menunggumu di sini. Haha apaan ini? Ceritanya ga mau bahas perasaan, nanti malah baper. Oke next

Aku mau cerita aja. Kalian pasti pernah kan bahkan sering liat orang minta-minta di tempat umum atau lampu merah? Ya semacam pengamen lah. Perasaan kalian sedih, lucu, atau malah kasian? Dan menurut kalian, kalau mereka jadi kayak gitu termasuk kesalahan orangtua atau anaknya? Kalau menurut aku........

Aku sering banget liat orang minta-minta di lampu merah. Orangtua, anak kecil balita, bahkan remaja seperti kita ini pun buanyaakk. Aku pun juga terkadang suka ngerasa kasian, tapi disisi lain liat anak kecil atau remaja minta-minta malah justru sebaliknya. Masa depan mereka masih panjang, juga cerah. Mungkin diantara mereka kalau ada semangat belajar tinggi bisa jadi orang yang sukses, ya kan?

Suka kasian aja sama yang orangtua minta-minta. Di mana-mana orang sepuh atau lanjut usia ya seharusnya pantes aja di rumah istirahat bukannya malah minta-minta panas-panasan di lampu merah sana. Mungkin juga mereka berfikir, Tuhan itu nggak adil. Kalau Tuhan itu nggak adil, mungkin gua ga bakal lahir dan nyusahin orangtua.


Ga usah berfikir jauh-jauh, kemarin gua abis pergi. Nah gua lewat jalan wates gitu. Ada anak-anak berandal seumuran gua yang nakal, mukanya serem abis. Mereka minta-minta entah buat apa, padahal dengan memakai pakaian layak pakai. Yang cewek pun ngerokok dengan nikmatnya. Jadi sekarang gini nih hasil perjuangan pahlawan buat ngibarin bendera merah putih, rakyatnya ngerokok? Iya mungkin kalian baca postingan gua ini, lo pada berfikir kalo gua benci perokok? Gua benci rokok, bukan orang yang merokok. Karena rokok udah banyak merenggut bangsa kita.

Huh udah dulu ya. Capek nih ngetik terus. Ini baru segmen awal lo ya daahh^^

Sabtu, 30 Mei 2015

Dear Future Husband

Mungkin kita pernah pacaran. Atau mungkin juga kamu mantan pacarnya temen aku. Atau aku mantan pacarnya temen kamu. HAHA UDAH-UDAH!

Aku tau aku bukan siapa-siapa sebelumnya. Tapi semenjak memutuskan untuk menerima kamu menjadi suamiku, aku siap jadi siapa siapa kok.

Bukan siapa-siapanya orang lain. Tapi siapa-siapanya kamu. Jadi orang yang ada di belakang waktu kita shalat. Jadi orang yang ada di sebelah kamu setiap kamu bangun tidur. Jadi partner gantian sama kamu waktu anak kita nangis tengah malem. Jadi orang yang selalu disebut sama anak kita saat dia dapet prestasi di sekolah "Aku kan anak papa sama mama!".

Aku ga nuntut apa-apa kok. Aku makannya ga ribet. Kamu mau coba masakin aku yang bumbunya beli di warung terus keasinan juga aku makan. Asal makannya disuapin sama kamu hehe. Mungkin, aku ga jago masak. Kita masak random bareng di dapur sambil youtube-an kan bisa.

Aku siap jadi tempat kamu berbagi kisah. Mau sedih, seneng atau apapun aku siap 24/7 buat kamu. Tapi ngeluhnya sama aku ya sum (suami)

Kamu pernah ke Iceland ga? Ga pernah ya? Yaudah nanti ke sana sama aku ya. Aku juga belum pernah.

Oh udah pernah ya? Yaudah kita balik lagi yuk.

Oh dulu ke sana sama mantan? Yaudah Iceland jelek. Kita ke London Eye aja ya.

Haha becanda. Kemanapun. Kapanpun. Aku rela cuti kerja buat nemenin kamu jalan-jalan. Oh aku ga boleh kerja ya? Tapi aku pengen ngumpulin nafkah bareng-bareng. Biar besok kalo tua kita pake duit itu sama-sama juga. Ajak 2 anak kita ya? Family Comes First.

Dan setiap kita mau tidur, setiap kamu tanya "will you still love me in the morning?"
Jawaban aku akan selalu sama "Forever and ever, baby".

See you someday.
Your future wife :)

Selasa, 19 Mei 2015

Besar pengorbananmu sangat berarti setelah aku tiada

Di daratan china tinggal lah sepasang kekasih nenek dan kakek. Si nenek dan si kakek ini sudah lama sekali menikah. Hasil pernikahan mereka membuahkan anak-anak yang lucu. Semua anak-anaknya sudah berhasil, dan akhirnya si nenek dan kakek ini pun hanya tinggal berdua saja..
Pada suatu hari, si nenek berkata pada sang kakek
"Kek, jalan ke taman yuk, kita udah lama nih ga jalan ke taman.. mau bernostalgia tentang hari-hari kita yang dulu.."
Sang kakekpun menjawab
"Mari nek.. "
Akhirnya merekapun jalan ke taman sore itu, bergandengan penuh canda tawa dan ceria.
Si kakek dan nenekpun akhirnya duduk di suatu bangku di tengah taman.
Si nenek dengan serunya bertukar cerita dengan si kakek tentang kisah cinta si kakek dan nenek ini dulu.. bagaimana mereka bertemu dan bagaimana mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan.
Hari sudah mulai sore, di tengah bercerita si nenekpun "tertidur" dengan lelapnya..
Si kakek yang masih blm mengetahui bahwa si nenek "tertidur" hanya bicara
"Kita sudah tua.. maklum.. suka ketiduran sendiri.. hehe"
Si kakekpun masih dalam posisi bergandengan dengan setia duduk di samping si nenek yang sudah "tertidur lelap" ini..
Detik demi detik berlalu.. menit demi menit, tak terasa sudah hampir tengah malam menjelang.. si nenek masih "tertidur lelap"..
Sang anakpun mendatangi si kakek yang sedang berada di taman.
Anaknya mengetahui keberadaan si kakek karena si kakek sudah menuliskan pesan di atas meja..
Sang anakkpun begitu terkejut melihat ibunya yang sudah meninggal..
tapi sang anak diam saja, dia tidak kuat dan sangat bingung 'bagaimana caranya aku akan memberi tahu ayah bahwa si ibu telah meninggal'
sang anakpun mendapatkan akal
"Pa.. kasihan mama kedinginan nanti, dibawa pulang aja yuk..?"
Sang ayah menjawab
"Iya.. nih.. ibumu di tengah cerita bisa-bisanya ketiduran.."
Sang anakpun menawarkan jasa untuk menggendong si nenek
"Pa.. sini mama, biar aku aja yg gendong"
tapi si kakek langsung berdiri dan bilang
"Ga usah, udah biar papa aja yang gendong.. daridulu juga papa selalu gendong mamamu kok!"
si anak kebingungan lalu menjawab
"jangan pa.. ga usah gapapa.. kasihan papa.."
Si kakek bersikeras
"Ga.. papamu ini masih kuat kok! hehe"
lalu si kakekpun mulai menggendong si nenek..
Pada saat sang nenek digendong ke belakang punggung si kakek, tangan si nenek terkulai begitu tak bernyawa.. dan si kakekpun akhirnya tau bahwa si nenek sudah "tertidur" begitu lelap dan tidak akan pernah bangun lagi..
dalam perjalanannya si kakek hanya menangis.. tanpa suara..
sesampainya di mobil si anak, si kakek menurunkan si nenek dan bicara
"kamu udah tahu kan.. kenapa ga ngomong sama papa..?"
si anak hanya terdiam sedih dan merasa bersalah..
pada perjalanan pulang.. si kakek bicara pada si nenek
"Aku selalu menggendongmu. Menggendongmu saat kamu bangun tidur. Menggendongmu saat kamu akan tidur. Menggendongmu ke keluar dari tempat tidur dan masuk lagi ke tempat tidur. Menggendongmu masuk dan keluar WC. Menggendongmu keluar dan masuk rumah. Menggendongmu ke pasar. Menggendongmu ke manapun kita akan pergi.. tapi satu yang tak pernah aku sangka.. bahwa aku juga akan menggendongmu ke peti mati."

Berbagi itu indah

Cerita ini adalah kisah nyata yang diambil sekitar 20-30 tahun yang lalu di Amerika. Disana ada Jack kecil, seorang anak yang menjual kue hasil buatan ibunya untuk biaya rumah sakit ayahnya. Suatu hari, Jack kecil amat sangat lapar. Dikeranjangnya masih ada beberapa kue untuk dijual. Ia tahu ia lapar, tapi ia juga tahu ayahnya membutuhkan uang. Lalu ia mengetuk satu pintu. Keluarlah seorang perempuan kecil yang seusia dirinya sekitar 7 tahun. Anak perempuan ini bernama Laura.
Lalu Laura kecil bertanya kepada Jack,
"Untuk apa kamu kesini?"
"Saya menjual kue," jawab Jack kecil.
"Apa kamu tidak lapar?" tanya Laura lagi.
"Ya, saya amat sangat lapar." jawab Jack.
Lalu Laura masuk kedalam rumahnya dan membawa satu gelas susu. Ia berkata,
"Saya tidak punya uang atau makanan. Dan saya juga tidak mau kue itu. Tapi saya punya segelas susu. Karena kamu lapar, maka ambil saja ini."
Susu itu akhirnya diminum Jack. Itu adalah susu yang paling nikmat yang pernah ia minum semasa hidupnya.
Kita maju ke 20 tahun berikutnya...
Laura sudah tumbuh dewasa sekitar 27 tahun. Laura mengidap kanker rahim yang parah. Ia sudah seharusnya operasi tapi keluarganya bukan keluarga yang berada. Ia pergi dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya tapi mereka semua menolak mengoperasi Laura jika tidak ada uang sampai akhirnya dia menemukan satu rumah sakit besar di Amerika.
Di rumah sakit ini ia berkonsultasi kepada para dokter dan tetap, harus operasi. Ia akhirnya tidur di ranjang, dibuka perutnya, diambil rahimnya dan dibuang kankernya lalu dijahit lagi perutnya. Laura sehat kembali namun ia takut akan biaya yang harus dibayarnya. Akhirnya, Ia memberanikan diri ke kasir untuk meminta bon nya.
Sang kasir bertanya,
"Anda Laura?"
"Ya." jawab Laura.
"Dari kamar 21D?" tanya Kasir tersebut kembali.
"Ya." jawab Laura lagi.
"Ini adalah bon untuk biaya operasi kamu." kata Kasir sambil memberikan bon.
Laura teramat takut untuk membuka bon tersebut. Perlahan lahan saking takutnya ia akhirnya membuka bon tersebut. Dia tidak menemukan angka, namun menemukan tulisan yang teramat kecil. Isinya adalah sebagai berikut...
"Sudah dibayar dengan Segelas Susu"
Salam, Dr. Jack.

Sabtu, 28 Maret 2015

Selamat soree mblo:'v
Gimana enak kan jadi jomblo? Rasanya galau, bahagia, apa justru malah nano-nano? Haha. Yah kalo aku sih campur aduk tergantung keadaan kayak gimana. Kalo misalkan lagi ada hal seneng, cuaca bahagia, temen-temen yang enak juga rasanya di hati bahagia. Nah kalo udah jomblo, di sekolah hidup ngenes, di rumah ngenes, di luar juga ngenes, galaunya maksimal kan? Gitu gua juga pernah sih. Eh tapi ga sampe nangis di kamar bawa baskom lo.-. wkwk

Ada nih temen gua bilang "Udah enak juga sendiri, kita bebas mau ngapain ke mana, sama sapa, kapan aja. Coba kalo punya pacar. Wah abis kamu tiap waktu harus stay sama hp. Ngabarin doi. Kan ga bebas. Tinggal lo pilih jomblo apa taken yang teraniaya?" Tapi juga ada temen gua yang bilang gini "Jomblo rasanya dramatis ya, nyusahin, sepi, kalo lagi bokek gini ga ada yang ngajakin jalan keluar, ngajakin makan, beliin apa gitu(lah kalo ini pasangannya matre:v) selain itu ga ada yang ngucapin morning, sama night juga(lo pikir pacar tu karyawan indomart apa:v)"  Nah gua kan jadi bingung menurut mereka yang bijak pertama apa kedua? Gua sih tergantung situasi hati juga ya. Kalo lagi pengen punya temen yang deket banget(kayak pacar) gitu juga mau bhaakkk:'v disisi lain aku juga mikir, gua baru kelas 9Smp. Kalo nilai UN gua jelek cuma gara-gara pacaran apa kata orang? Tapi kalo ditanya orang gini "Salsa udah punya pacar belum?" dalem hati (woy untuk kalian yang tanya kayak gitu, terkutuklah omongan kalian:3) sakit tau kalo sebenernya gua jomblo wkwk:'3

Teruntuk kamu yang pernah mengisi hatiku. Eaakkk mengisi hati? lo kira dia darah apa?:| ih ini beneran, untuk kalian yang pernah ada di hatiku ajadeh. Aku punya sesuatu(dipikir syahrini apa, sesuatuu yang ada di hatimuuu~ eh malah nyanyi duh:3) Nih aku ada sesuatu !
Nah itu buat kamu tan

Terus kalo misalkan ada temen yang tanya "eh kira-kira lo masih sayang ga sama mantan? Ya walaupun dia udah milik orang lain gitu gimana?" jawab aja enggak, alasannya gini biar mantep!

Lah kalo bilang masih sayang, masih terlalu ngarepin, nanti dikira lo terlalu kehilangan terus dikira jomblo yang teramat-amat ngenesnya lo. Kan kasian harga diri juga. Inget harga diri lo ya:)
*toss


Nah berhubung sekarang malem minggu, gua sih di rumah aja, ya buat apa juga jalan. Pacar? Ga ada. Temen mesra/deket? Juga ga ada. Kayaknya bakal ada jones dateng ke rumah gua cuma buat curhat tentang cowok. Ya lumayan lah daripada ga ada temen ngobrol, lagian juga gua abis usek, kasian otak kalo tiap hari ngadepnya buku terus. Dimana-mana jodohnya otak itu bukan buku, tapi hiburan ye gak? Menurut lo malming yang sesungguhnya itu artinya apa? Menurut gua sih ini
Yah itu menurut deskripsi gua tentang malem minggu yang sesungguhnya kalo ada cowok ngajak main langsung nyamber ke rumah:(
Makanya udah di rumah aja kita seru-seruan bareng sama keluarga.

**Pap from me to a reader**
Hayoo menurut lo enak mana? Wkwk. Thanks!:')


Rabu, 25 Maret 2015

CUMA ISENG OKE!

Hai selamat malam:)

Cuma mau ngetes blog gua bener bisa apa engga:'v selebihnya juga gua bakal ngepost lewat laptop aja. Ini karna ingetnya baru malem ini, ya jadi kepaksanya lewat hp deh. Daaahh:*